Meskipun kamu tidak bisa melihatnya, meskipun kamu belum mengenal wajahku, cinta ini akan selalu terlihat oleh kita berdua.
“Aku ingin mencoba bermain kembang api.”
Pada suatu malam di bulan April di Tokyo, saat itu masih terlalu dini untuk menikmati kembang api.
Seorang siswa pemalu, Sorano Kakeru, bertemu dengan seorang wanita. Namanya Fuyutsuki Koharu.
Dia begitu cantik hingga menonjol, sering tersenyum, kebalikan total dariku. Itulah kesan pertama yang kudapat.
Namun, ternyata dia buta.
Namun, meski dengan segala keterbatasannya, dia tetap pergi ke universitas setiap hari, tertarik pada kegiatan klub, dan berteman. Berbeda denganku, dia adalah wanita luar biasa yang tidak pernah menyerah pada apa pun.
—Dia juga bermimpi bisa menyalakan kembang api.
Meskipun dia buta? Aku tidak butuh asumsi seperti itu lagi. Saat aku menyadari bahwa kamu selalu di sisiku, aku mulai berlari menuju kamu tanpa henti.